SEKERNAN — Hartadi, pemilik peternakan ayam broiler di Sekernan, Muaro Jambi, merasakan langsung dampak program MBG terhadap usahanya. Dengan populasi sekitar 12.000 ekor, ia mengaku permintaan ayam meningkat sejak program tersebut berjalan.
"Permintaan ayam meningkat sejak adanya program MBG," kata Hartadi, Selasa.
Siklus Produksi Bertambah, Kemitraan Jadi Pilihan Aman
Peningkatan permintaan tercermin dari frekuensi masuknya anak ayam umur sehari (DOC). Hartadi menyebut, sebelumnya ia hanya bisa menjalankan siklus produksi empat hingga lima kali dalam setahun. Kini, siklus itu meningkat menjadi enam hingga tujuh kali.
Meski permintaan naik, sebagian besar peternak ayam broiler di Jambi masih menjalankan usaha melalui sistem kemitraan dengan perusahaan peternakan. Pola ini dinilai lebih aman karena perusahaan menyediakan bibit, pakan, obat-obatan, sekaligus memasarkan hasil panen.
"Pola tersebut memberikan kepastian terhadap biaya produksi dan harga jual," kata Hartadi, menjelaskan alasan peternak enggan mandiri di tengah fluktuasi harga pasar.
Belum Ada Kerja Sama Langsung dengan Satuan Pelayanan Gizi
Meski permintaan terdongkrak, hingga kini belum ada kerja sama langsung antara peternak dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan dalam program MBG. Hartadi berharap pemerintah membuka peluang bagi peternak kecil untuk menjadi pemasok langsung kebutuhan ayam ke program tersebut.
Harapan lain yang disampaikan Hartadi adalah bantuan pemerintah untuk menekan harga pakan tanpa mengurangi kualitas. Sebab, biaya pakan mencapai 70 hingga 80 persen dari total biaya produksi.
"Stabilitas harga pakan dan harga jual ayam menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha peternak broiler," ujarnya.
Harga Ayam Relatif Normal, Permintaan Sempat Turun Saat Libur Sekolah
Hartadi menambahkan, harga ayam saat ini masih relatif normal. Namun, permintaan pada bulan ini sedikit menurun akibat libur sekolah yang bertepatan dengan bulan Muharam, sehingga aktivitas hajatan masyarakat berkurang.
Penurunan musiman ini dinilai wajar dan tidak mengkhawatirkan, selama tren jangka panjang dari program MBG terus mendorong konsumsi ayam broiler di tingkat peternak.