JAMBI — Rencana ini diungkap oleh laporan dari GM Authority yang dikutip CNEV Post. GM disebut tengah mempertimbangkan untuk melisensikan model listrik baru melalui perusahaan patungan SAIC-GM-Wuling. Wuling Bingo Pro yang sudah terbukti laris di China akan diubah menjadi Chevrolet, lengkap dengan beberapa ubahan desain eksterior dan nama model yang berbeda.
Mengapa Bingo Pro Dipilih Sebagai Basis
Keputusan GM meminjam platform Wuling Bingo Pro bukan tanpa alasan. Model ini mencatatkan volume penjualan tinggi di Meksiko dan Brasil, dua pasar utama yang menjadi target awal. Mobil kecil juga menjadi pilihan pertama pembeli muda di kawasan Amerika Latin, Afrika, dan Asia.
Bingo Pro yang akan di-rebadge ini akan menjadi hatchback listrik pertama Chevrolet di pasar-pasar tersebut. Strategi rebadge sendiri sudah lazim dilakukan GM lewat SAIC-GM-Wuling, seperti Chevrolet Spark EUV yang berbasis Baojun Yep Plus dan Captiva EV yang merupakan rebadge dari Wuling Starlight S.
Spesifikasi Teknis Wuling Bingo Pro
Wuling Bingo Pro yang meluncur di China pada Maret 2023 ini hadir dengan dua pilihan jarak tempuh berdasarkan standar CLTC, yaitu 330 kilometer dan 403 kilometer. Mobil ini ditenagai motor listrik tunggal di depan dengan output maksimum 65 kW atau setara 87 hp.
- Baterai yang digunakan adalah lithium iron phosphate (LFP), jenis yang dikenal lebih aman dan tahan lama.
- Dimensi ringkas membuatnya lincah di perkotaan padat penduduk.
- Model ini menargetkan segmen mobil listrik terjangkau.
Dampak Rencana Ini bagi Pasar Otomotif Global
Langkah GM menunjukkan strategi efisiensi biaya dengan memanfaatkan platform yang sudah matang. Alih-alih mengembangkan model dari nol, rebadge memungkinkan GM masuk ke segmen entry level dengan risiko lebih rendah.
Jika terealisasi, Chevrolet Bingo Pro akan bersaing langsung dengan mobil listrik mungil lain di pasar negara berkembang. Chevrolet juga bisa memanfaatkan jaringan dealer global yang sudah mapan untuk distribusi dan layanan purna jual.
Belum ada kepastian kapan model ini akan diperkenalkan secara resmi. Namun, meningkatnya permintaan kendaraan kecil tanpa emisi di negara berkembang menjadi pendorong utama percepatan proyek ini.