Pencarian

Laba PT Timah Tembus Rp2,71 Triliun di Semester I 2026, Rekor Tertinggi dalam Enam Tahun

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:31:01 WIB
Laba PT Timah Tembus Rp2,71 Triliun di Semester I 2026, Rekor Tertinggi dalam Enam Tahun
Suasana area operasional pertambangan PT Timah (Persero) Tbk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang mencatatkan laba bersih Rp2,71 triliun pada Semester I 2026.

JAMBI — Kinerja keuangan PT Timah (Persero) Tbk pada paruh pertama 2026 menjadi yang terbaik sejak 2021. Emiten pelat merah berkode saham TINS ini membukukan pendapatan Rp10,42 triliun, melonjak 146,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp4,22 triliun pada semester I 2025.

Capaian ini memecahkan rekor pendapatan tertinggi untuk periode enam bulan pertama dalam rentang 2021-2026. Lonjakan pendapatan berbanding lurus dengan kenaikan laba kotor yang mencapai Rp4,06 triliun, tumbuh 379,90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih Melonjak Lebih dari 8 Kali Lipat

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,71 triliun. Angka ini melesat 804,69 persen dibandingkan semester I 2025, sekaligus menjadi torehan tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Pertumbuhan laba yang signifikan ini ditopang efisiensi beban pokok pendapatan yang tercatat Rp6,36 triliun. Dengan demikian, margin laba kotor perusahaan tetap terjaga di tengah ekspansi penjualan yang agresif.

Aset TINS Tumbuh 20,56 Persen, Didorong Kas dan Persediaan

Per 30 Juni 2026, total aset PT Timah mencapai Rp16,45 triliun, tumbuh 20,56 persen dibanding posisi akhir 2025. Struktur permodalan perusahaan terdiri dari liabilitas Rp5,90 triliun dan ekuitas Rp10,55 triliun.

Pertumbuhan aset terutama disumbang oleh kenaikan aset lancar yang bertambah Rp2,79 triliun atau melonjak 41,07 persen. Manajemen TINS menjelaskan, peningkatan ini dipicu oleh naiknya kas dan setara kas, persediaan, aset keuangan lainnya, serta aset lainnya.

Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan timah ini diuntungkan oleh tren kenaikan harga komoditas di pasar internasional. Permintaan yang kuat dari industri elektronik dan baterai turut mendorong volume penjualan ekspor TINS sepanjang semester pertama tahun ini.

Prospek Semester Kedua: Momentum Industri Semikonduktor

Dengan perbaikan kinerja yang solid di paruh pertama, TINS diproyeksikan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Industri hilir timah dunia, khususnya untuk kebutuhan solder dan pelapis logam, diperkirakan tetap tumbuh seiring ekspansi manufaktur elektronik global.

Sebagai salah satu produsen timah terbesar di dunia, kinerja TINS menjadi barometer bagi industri pertambangan nasional. Capaian laba semester I 2026 ini juga memperkuat posisi perusahaan dalam memberikan kontribusi dividen kepada negara sebagai salah satu pemegang saham utama.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks