Pencarian

Review Xiaomi Watch S5 dan Smart Band 10 Pro: Baterai 21 Hari, tapi Bukan untuk Semua Orang

Jumat, 31 Juli 2026 • 15:05:01 WIB
Review Xiaomi Watch S5 dan Smart Band 10 Pro: Baterai 21 Hari, tapi Bukan untuk Semua Orang
Xiaomi Watch S5 dan Smart Band 10 Pro dipamerkan dalam sesi ulasan di Jambi.

JAMBI — Xiaomi kembali membanjiri pasar wearable Indonesia dengan dua produk yang menyasar segmen berbeda. Bukan sekadar soal harga, perbedaan mendasar antara Watch S5 dan Smart Band 10 Pro terletak pada prioritas: material premium dan layar besar, atau bobot ringan dan kepraktisan maksimal. Artikel ini mengulas keduanya secara jujur, termasuk catatan penting yang sering dihilangkan dari materi promosi pabrikan.

Xiaomi Watch S5: Premium dengan Baterai 21 Hari, Tapi Seberapa Akurat Sensornya?

Watch S5 adalah jawaban Xiaomi untuk pengguna yang menginginkan jam tangan pintar bergaya klasik. Bodi dan bezel stainless steel memberikan kesan kokoh yang tidak dimiliki kompetitor di harga yang sama. Layar AMOLED 1,48 inci di atas kertas tampak solid, dan sistem operasi HyperOS yang diusungnya menawarkan navigasi yang mulus.

Klaim baterai hingga 21 hari untuk pemakaian normal adalah angka pemasaran yang perlu diverifikasi. Dalam penggunaan realistis—dengan notifikasi aktif, pemantauan detak jantung 24 jam, dan GPS sesekali—angka tersebut biasanya turun ke kisaran 10-14 hari. Untuk GPS dual-band yang mendukung lima sistem satelit, akurasi rute lari atau bersepeda memang tergolong presisi di kelasnya.

Fitur kesehatannya mencakup pemantau detak jantung, SpO2, dan analisis tidur. Xiaomi mengklaim kolaborasi dengan lembaga internasional untuk akurasi data, namun belum ada publikasi ilmiah independen yang memverifikasi klaim tersebut. Sertifikasi 5ATM membuatnya aman untuk berenang, dan 150 mode olahraga adalah nilai jual utama bagi atlet amatir.

Catatan penting: di harga Rp2,8 juta, Watch S5 bersaing langsung dengan Galaxy Watch FE dan Amazfit GTR series. Xiaomi menang di daya tahan baterai dan build quality, tapi kalah di ekosistem aplikasi dan opsi panggilan Bluetooth yang lebih matang di kompetitor.

Xiaomi Smart Band 10 Pro: GPS Mandiri di Harga 1,3 Juta, Ini Kelemahannya

Smart Band 10 Pro adalah pilihan rasional untuk pengguna yang tidak butuh layar besar atau material premium. Ketebalan 9,7 mm dengan layar AMOLED 1,74 inci membuatnya nyaman dipakai tidur—sesuatu yang sulit dilakukan dengan Watch S5 yang lebih berat.

Keunggulan utamanya adalah built-in GNSS yang mendukung lima sistem satelit. Artinya, kamu bisa lari atau bersepeda tanpa membawa ponsel, dan rute tetap terekam. Fitur ini biasanya hanya ada di jam tangan pintar harga dua kali lipatnya. Sensor kesehatan yang lengkap—detak jantung, SpO2, analisis tidur—juga bekerja sesuai standar Xiaomi: cukup akurat untuk tren harian, tapi jangan berharap presisi level medis.

Namun ada kompromi yang perlu diketahui. Layar seluas itu di bodi seringan ini berarti baterai tidak sebesar Watch S5. Xiaomi tidak menyebut angka pasti daya tahan, tapi dengan GPS aktif, perangkat ini biasanya bertahan 3-5 hari. Tanpa GPS, bisa mencapai 10 hari. Ini masih bagus, tapi bukan rekor.

Kelemahan lain: tidak ada speaker untuk panggilan Bluetooth, dan responsivitas layar sentuh di bawah air hujan atau saat berkeringat deras kadang menurun. Ini bukan masalah eksklusif Xiaomi, tapi perlu diketahui sebelum membeli.

Kesimpulan: Pilih Sesuai Kebutuhan, Bukan Harga

Kedua perangkat ini sebenarnya tidak saling menggantikan. Watch S5 adalah jam tangan pintar yang bisa diandalkan untuk pemakaian formal dan olahraga berat, dengan baterai yang membuatnya bisa dipakai seminggu penuh tanpa charger. Smart Band 10 Pro adalah tracker kebugaran yang lebih ringan, lebih murah, dan lebih nyaman untuk pemantauan tidur harian.

Untuk pengguna yang menginginkan notifikasi lengkap, navigasi GPS akurat, dan desain premium, Watch S5 layak dipertimbangkan di harga Rp2,8 juta. Untuk pelari yang ingin mencatat rute tanpa ponsel, atau pengguna yang tidak tahan memakai jam besar saat tidur, Smart Band 10 Pro di Rp1,3 juta adalah pilihan paling masuk akal.

Satu hal yang perlu diingat: kedua produk ini tidak mendukung pembayaran NFC di Indonesia, dan aplikasi Xiaomi Health masih menyimpan data secara lokal. Jika kamu mencari smartwatch dengan ekosistem aplikasi yang lebih terbuka, mungkin perlu melihat opsi lain di luar lineup Xiaomi.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks