Pencarian

30 Warga Binaan Lapas Jambi Dibekali Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik, Hasil Panen Dititipkan ke Koperasi Desa

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 23:57:01 WIB
30 Warga Binaan Lapas Jambi Dibekali Teknik Hidroponik dan Pupuk Organik, Hasil Panen Dititipkan ke Koperasi Desa
Warga binaan Lapas Kelas IIA Jambi mengikuti pelatihan teknik hidroponik dan pembuatan pupuk organik.

MUARO JAMBI — Puluhan warga binaan di balik tembok Lapas Kelas IIA Jambi kini punya aktivitas baru yang lebih produktif. Mereka tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan rutin, tetapi juga dilatih menjadi petani terampil yang siap kembali berkarya di tengah masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan instruktur dari Bapeltan Jambi. Materi yang diberikan mencakup pembuatan pupuk organik, teknik pembibitan, hingga budidaya sayuran dengan sistem hidroponik.

Yang menarik, bahan baku pupuk organik justru diambil dari sisa aktivitas dapur umum lapas. Air cucian beras dan kulit bawang merah yang biasa dibuang, diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk cair yang bermanfaat bagi tanaman.

Porsi Praktik Lebih Besar daripada Teori

Widyaiswara Ahli Madya Bapeltan Jambi, Elly Sarnis, mengatakan pelatihan ini dirancang tidak sekadar memberi teori di atas kertas. Peserta lebih banyak diajak langsung mempraktikkan setiap materi yang diajarkan.

"Komposisinya sekitar 30 persen teori dan 70 persen praktik," kata Elly Sarnis di Muaro Jambi, Sabtu (8/7/26).

Menurut Elly, keterampilan ini bukan hanya untuk mengisi kegiatan selama di dalam lapas. Ia berharap ilmu yang didapat bisa menjadi modal nyata bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

"Saat keluar bisa menjadi bekal untuk dikembangkan di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Wawasan Warga Binaan Terbuka Setelah Ikut Pelatihan

Pengalaman baru ini dirasakan langsung oleh Waluyo, salah satu peserta pelatihan. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah memahami cara membuat pupuk secara mandiri.

"Kita jadi mengerti cara membuat pupuk sendiri, wawasan kami jadi terbuka," kata Waluyo.

Belajar langsung dari tenaga ahli membuat para peserta lebih mudah memahami bagaimana tanaman dibudidayakan, termasuk teknik perawatan yang benar.

Hasil Panen Dititipkan ke Koperasi Desa Merah Putih

Program ini tidak berhenti pada pelatihan. Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengolahan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Jambi, Dentoro Abrilicto, mengatakan hasil pertanian warga binaan nantinya akan dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sekitar lapas.

"Kita sudah MoU dengan KDMP Bukit Baling, kita jual di sana. Program ini merupakan akselerasi kementerian mendukung ketahanan pangan," jelas Dentoro.

Kerja sama ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus menjaga keberlanjutan program pertanian yang dikembangkan di dalam lapas. Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam penguatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Di balik tembok dan jeruji, para warga binaan tengah belajar menanam sesuatu yang lebih besar dari sekadar sayuran. Mereka sedang menumbuhkan keterampilan, kemandirian, dan harapan untuk kembali menjadi bagian yang berguna bagi masyarakat.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks