SUNGAI PENUH — Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh pada 23 Agustus 2026. Dalam sambutannya, ia meminta seluruh kader mengakhiri perbedaan pilihan setelah keputusan organisasi ditetapkan dan fokus memenangkan kepercayaan rakyat.
“Setelah Musda ini selesai, kita tidak lagi berbicara tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang harus kita bicarakan adalah bagaimana Golkar menang, bagaimana Golkar hadir untuk rakyat, bagaimana Golkar membangun organisasi sampai ke akar rumput,” tegas Ivan.
Target 90 Hari: Pakta Integritas hingga Mengaktifkan Rumah Aspirasi
Ivan menekankan bahwa ketua terpilih wajib menandatangani Pakta Integritas sesuai ketentuan organisasi. Komitmen itu mencakup menjaga soliditas, menaati keputusan partai, serta membenahi administrasi dan keuangan.
Dalam 90 hari pertama, pengurus baru diminta menyelesaikan kepengurusan dan pembagian tugas, mengaktifkan sekretariat, menuntaskan Muscam dan Muslur, serta menata basis data keanggotaan. Rumah Aspirasi juga harus segera dioperasikan, dengan laporan perkembangan disampaikan pada hari ke-30, ke-60, dan ke-90 kepada DPD Partai Golkar Provinsi Jambi.
“Jangan menunggu momentum pemilu untuk bergerak. Mesin partai harus bekerja mulai sekarang,” ujarnya.
Menyiapkan Dua Saksi di Setiap TPS Sejak Dini
Selain konsolidasi internal, Ivan mendorong penguatan kaderisasi dan perangkat pemenangan jauh hari sebelum agenda politik nasional bergulir. Ia meminta DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh menyiapkan minimal dua orang saksi di setiap TPS.
Saksi tersebut harus didata, direkrut, dilatih, dan dibina sejak sekarang, bukan dicari mendekati hari pemungutan suara. Pendidikan politik, rekrutmen kader baru, pembinaan kader perempuan dan generasi muda, serta penguatan komunikasi digital juga diminta menjadi agenda rutin.
“Suara rakyat adalah amanah yang harus dijaga, dan kepercayaan rakyat adalah kehormatan yang harus dirawat,” kata Ivan.
Fraksi Jadi Ujung Tombak Perjuangan Kebijakan Publik
Ivan mengingatkan bahwa Partai Golkar harus mampu menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi agenda perjuangan nyata. Sektor yang menjadi perhatian meliputi pelayanan publik, lapangan kerja, UMKM dan ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan, kebersihan lingkungan kota, hingga pembangunan yang merata.
Ia mendorong terbentuknya mata rantai perjuangan antara masyarakat, kader, fraksi, dan partai. Masyarakat menyampaikan aspirasi, kader menyerap dan mengawal, lalu Fraksi Partai Golkar memperjuangkannya melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
“Fraksi Partai Golkar harus menjadi ujung tombak perjuangan kebijakan publik, kritis tetapi konstruktif, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok,” tegasnya.
Strategi Pemenangan Berbasis Evaluasi dan Pemetaan TPS
Target politik Golkar Kota Sungai Penuh harus disusun secara realistis dan terukur, mulai dari peningkatan perolehan suara, memperkuat kursi legislatif, hingga memenangkan agenda politik mendatang. Strategi pemenangan disusun berdasarkan evaluasi hasil pemilu, pemetaan daerah pemilihan dan TPS, kekuatan kader, serta isu-isu yang berkembang di masyarakat.
“Tidak ada kemenangan tanpa konsolidasi. Tidak ada konsolidasi tanpa disiplin. Dan tidak ada organisasi yang kuat tanpa kepemimpinan yang solid serta mampu menggerakkan seluruh kader,” jelas Ivan.
Musda IV ini menjadi momentum bagi Golkar Sungai Penuh untuk membuktikan diri sebagai partai yang hadir dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Perbedaan pilihan selama proses musda harus berakhir seiring ditetapkannya keputusan organisasi.