Pencarian

Nilai Tukar Rupiah di Jambi Menguat ke Rp 17.810 per Dolar AS, Analis Sebut Cadev Masih Kuat

Senin, 10 Agustus 2026 • 17:11:31 WIB
Nilai Tukar Rupiah di Jambi Menguat ke Rp 17.810 per Dolar AS, Analis Sebut Cadev Masih Kuat
Petugas penukaran valuta asing menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah di Jambi yang menguat ke level Rp 17.810 per dolar AS.

JAMBI — Posisi cadangan devisa Indonesia yang tercatat sebesar 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli 2026 menjadi bantalan utama bagi nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global. Level tersebut memang turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 145,6 miliar dolar AS, namun dinilai masih cukup untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan, dengan cadev setinggi itu, Bank Indonesia (BI) memiliki ruang gerak yang longgar untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing. Hal ini penting untuk meredam gejolak nilai tukar yang kerap kali dipicu oleh sentimen eksternal.

"Rupiah masih mendapat dukungan dari kondisi cadangan devisa yang relatif kuat," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Penurunan Cadev Jadi Sinyal Kewaspadaan

Kendati menjadi penyokong utama, penurunan cadev sebesar 0,3 miliar dolar AS dalam sebulan terakhir tidak bisa diabaikan begitu saja. Amru mengingatkan bahwa berkurangnya posisi cadangan devisa mengindikasikan adanya tekanan yang masih perlu dicermati terhadap nilai tukar rupiah.

Tekanan tersebut datang dari dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif. Namun, sentimen positif justru datang dari indeks dolar AS yang berada di posisi 99,6, terlemah sejak awal Juni. Pelemahan dolar ini dipicu oleh data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter.

Data Inflasi AS Penentu Arah Rupiah ke Depan

Untuk jangka pendek, pergerakan rupiah akan sangat ditentukan oleh rilis data inflasi AS yang dinanti pasar pekan ini. Angka inflasi tersebut menjadi indikator kunci bagi pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan September 2026 mendatang.

"Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dapat kembali meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan mendorong penguatan dolar AS," ungkap Amru.

Para pelaku pasar di Jambi, khususnya yang bergerak di sektor impor dan perdagangan, diimbau untuk mencermati pergerakan ini. Fluktuasi kurs yang terjadi saat ini masih berada dalam rentang yang wajar dan diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp 17.750 hingga Rp 17.900 per dolar AS dalam waktu dekat.

Jika data inflasi AS nantinya tercatat lebih rendah dari estimasi pasar, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi meningkat. Kondisi ini akan semakin menekan dolar AS dan membuka peluang lebih besar bagi rupiah untuk melanjutkan penguatannya.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks