Pencarian

IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen ke 6.365,37, Sentimen Domestik dan Global Tekan Pasar

Selasa, 11 Agustus 2026 • 07:42:31 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen ke 6.365,37, Sentimen Domestik dan Global Tekan Pasar
Petugas memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/8/2026).

JAMBI — Pasar saham domestik kembali berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan. Indeks LQ45 yang menjadi barometer saham unggulan juga ikut tertekan, turun 6,16 poin atau 0,96 persen ke level 634,13.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pergerakan indeks kali ini dipengaruhi oleh katalis dari eksternal dan juga internal. Dari dalam negeri, sinyal perlambatan daya beli masyarakat mulai terlihat dari hasil survei terbaru Bank Indonesia.

Keyakinan Konsumen Melambat, Daya Beli Mulai Tertekan

Survei BI melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 turun ke posisi 116,8 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 117,8. Meski masih berada di zona optimis di atas 100, penurunan ini mengindikasikan mulai melemahnya kondisi ekonomi rumah tangga.

Komponen pembentuk IKK juga menunjukkan tren serupa. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 109,2 menjadi 107,9, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) melemah dari 126,4 menjadi 125,7.

Data Tenaga Kerja AS dan Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Regional

Dari mancanegara, bursa Asia justru sempat menguat setelah laporan pekerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Jumlah pekerjaan nonpertanian AS secara tak terduga menurun 23.000 pada Juli, yang meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.

Pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 44 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, turun dari 67 persen pada pekan sebelumnya. Perhatian investor selanjutnya tertuju pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan keluar pekan ini.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih membayangi. Iran membantah telah mengadakan pembicaraan langsung dengan AS, sementara kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco. Hal ini memicu kekhawatiran baru akan gangguan pasokan energi global.

Mayoritas Sektor Melemah, Hanya Dua Sektor yang Bertahan Hijau

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG sempat dibuka menguat namun berbalik ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks masih betah di zona merah.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang konsumen primer memimpin penguatan dengan naik 1,15 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor industri yang masing-masing menguat 1,10 persen.

Adapun sembilan sektor lainnya melemah, dengan sektor kesehatan menjadi penekan terbesar setelah turun 0,60 persen. Disusul sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing terkoreksi 0,38 persen dan 0,34 persen.

Transaksi Tembus Rp 18 Triliun, 340 Saham Ditutup Melemah

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 2.607.000 kali. Total saham yang diperdagangkan sebanyak 45,45 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp 18,18 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 306 saham berhasil menguat, 340 saham melemah, dan 317 saham tidak bergerak nilainya. Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar antara lain GIAA, GMFI, SULI, STAR, dan IOTF, sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada saham FORU, BAIK, VOKS, MITI, dan RODA.

Sementara itu, bursa regional Asia sore ini mencatatkan penguatan. Indeks Nikkei menguat 2,22 persen ke 67.064,00, indeks Shanghai naik 0,67 persen ke 3.966,59, indeks Hang Seng menguat 1,05 persen ke 25.937,49, dan indeks Kospi juga berada di zona positif.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks