JAMBI — Penurunan tidak hanya terjadi pada patokan jual. Harga buyback—nilai yang diterima nasabah saat menjual kembali emas ke Antam—ikut turun Rp6 ribu menjadi Rp2.517.000 per gram. Selisih keduanya menjadi margin yang kerap menjadi pertimbangan investor jangka pendek.
Rincian Harga Emas Antam di Semua Pecahan
Penetapan harga baru berlaku untuk seluruh pecahan, dari kemasan terkecil 0,5 gram hingga ukuran besar 1.000 gram yang biasanya menjadi incaran investor institusi. Berikut rincian lengkapnya:
Pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.382.000. Ukuran 1 gram—yang paling populer di kalangan pembeli ritel—dipatok di level Rp2.664.000. Adapun pecahan 2 gram dibanderol Rp5.268.000, dan ukuran 3 gram sebesar Rp7.877.000.
Memasuki pecahan yang lebih besar, emas 5 gram ditawarkan Rp13.095.000, sementara ukuran 10 gram mencapai Rp26.135.000. Untuk kebutuhan investasi yang lebih serius, pecahan 25 gram dihargai Rp65.212.000 dan ukuran 50 gram senilai Rp130.345.000.
Harga emas 100 gram tercatat Rp260.612.000, sedangkan ukuran 250 gram dibanderol Rp651.265.000. Untuk pecahan 500 gram, Antam mematok harga Rp1.302.320.000, dan ukuran tertinggi 1.000 gram atau 1 kilogram senilai Rp2.604.600.000.
Kebijakan Perpajakan dan Implikasinya bagi Pembeli
Perlu dicatat, seluruh harga tersebut belum termasuk pungutan pajak. Transaksi emas batangan Antam tidak memungut PPN sesuai amanat PP No. 49 Tahun 2022. Sebagai gantinya, pembeli dikenakan PPh 22 dengan tarif 0,25 persen sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023.
PT Antam Tbk akan menerbitkan bukti potong PPh 22 atas setiap transaksi yang dilakukan. Skema ini memberikan kepastian administrasi bagi wajib pajak yang ingin mengkreditkan pajaknya di SPT Tahunan. Hal ini juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam menghitung total biaya investasi.
Mengapa Harga Emas Bergerak?
Fluktuasi harga emas Antam mengikuti pergerakan harga emas global di pasar internasional. Koreksi hari ini sejalan dengan dinamika kurs rupiah dan sentimen pasar yang tengah mencermati arah kebijakan suku bunga acuan.
Bagi investor ritel, pergerakan harian seperti ini menjadi momen untuk mencermati pola. Namun, para analis mengingatkan bahwa emas adalah instrumen lindung nilai jangka panjang—bukan alat trading harian. Volatilitasnya relatif lebih rendah dibandingkan aset berisiko seperti saham atau kripto.