JAMBI — Peretas merusak sejumlah laman perbankan milik Bank Rakyat Malaysia, termasuk halaman login layanan online iRakyat, pada Jumat malam (6/11). Bank menonaktifkan akses ke sebagian besar situsnya sebelum mengunggah pemberitahuan resmi melalui media sosial.
Insiden perusakan situs atau website defacement terhadap Bank Rakyat Malaysia itu diklaim oleh kelompok ancaman siber yang menyebut diri MARLANWG. Kelompok yang sama sebelumnya mengaku menawarkan akses webshell ke basis data MySQL produksi milik Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia, mengutip laporan Lowyat.net.
Bank Rakyat Malaysia belum mengonfirmasi secara resmi insiden tersebut sebagai serangan siber. Pihak bank juga belum mengungkap apakah ada data nasabah yang berhasil diakses atau dicuri dalam peristiwa ini.
Laman Login iRakyat Ikut Terdampak
Sejumlah laman perbankan online Bank Rakyat tampak terdampak dalam insiden tersebut. Perusakan bahkan ditemukan pada beberapa nama domain milik bank tersebut, bukan hanya satu halaman.
Meski situs yang terdampak telah dinonaktifkan dan dipulihkan, hasil pencarian Google masih menampilkan sejumlah halaman yang sebelumnya dirusak. Bank Rakyat Malaysia belum memberikan keterangan terbuka soal dugaan intrusi maupun potensi kompromi data nasabah.
Malaysia Naikkan Status Ancaman Siber ke Level Menengah
Agensi Keamanan Siber Nasional Malaysia (Nasca) menaikkan status National Cyber Security Threat Level (NCTL) dari level rendah menjadi menengah pada Rabu (4/11). Dewan Keamanan Nasional (NSC) Malaysia menyebut peningkatan status itu sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kepentingan nasional.
Nasca telah menggelar pertemuan dengan pimpinan berbagai sektor dan lembaga yang tergabung dalam Infrastruktur Informasi Kritis Nasional (NCII). Pertemuan tersebut menghasilkan sembilan langkah kesiapan keamanan siber yang wajib diterapkan seluruh lembaga NCII.
- Pemantauan keamanan selama 24 jam
- Pembaruan sistem atau system patching
- Penerapan autentikasi multifaktor (MFA)
- Pembaruan rencana keberlangsungan layanan (Service Continuity Plans)
- Pelaporan status ancaman siber setiap pekan oleh Kepala Sektor NCII kepada Nasca
Sepanjang Oktober 2026, Pusat Koordinasi dan Pengendalian Siber Nasional (NC4) telah mengeluarkan delapan peringatan dan imbauan terkait kerentanan lembaga NCII dan pemerintahan.
MCMC Imbau Industri Telekomunikasi hingga Logistik Perkuat Keamanan
Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengimbau pelaku industri lintas sektor, mulai dari telekomunikasi, penyiaran, hingga layanan pengiriman, untuk memperkuat keamanan digital. Perusahaan diminta meninjau kesiapan keamanan, menilai potensi risiko dan kerentanan, serta memperkuat langkah pencegahan dan deteksi agar mampu merespons insiden secara efektif.
Peningkatan kewaspadaan siber dilakukan setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan kekhawatiran mengenai kesiapan keamanan nasional di tengah konflik geopolitik serta meningkatnya ketegangan regional dan internasional.
Anwar menilai Malaysia berpotensi menjadi target serangan siber karena memiliki infrastruktur digital dan pusat data yang kuat. Penilaian itu berdasarkan laporan intelijen yang dikumpulkan pemerintah.
Dugaan peretasan situs Bank Rakyat terjadi ketika pemerintah Malaysia tengah meningkatkan kesiagaan menghadapi ancaman siber. Belum ada keterangan yang menghubungkan insiden Bank Rakyat Malaysia dengan peningkatan status ancaman siber tersebut.