Pencarian

Transisi Energi KAI Makin Kencang, Tahun Depan Siap Pakai B50 untuk Semua Kereta

Rabu, 17 Juni 2026 • 03:50:31 WIB
Transisi Energi KAI Makin Kencang, Tahun Depan Siap Pakai B50 untuk Semua Kereta
KAI bersiap menggunakan bahan bakar biodiesel B50 untuk seluruh armada kereta pada 2026.

JAMBI — Perjalanan KAI menggunakan biodiesel terbilang progresif. Data internal perseroan menunjukkan, pada 2017 seluruh armada masih mengandalkan B0 atau solar murni. Memasuki 2018–2019, KAI beralih ke B20, lalu meningkat ke B30 pada 2020–2022. Periode 2023–2024 menjadi B35, dan sejak 2025 hingga 2026 sudah menggunakan B40. Kini, persiapan menuju B50 pada 2026 sudah masuk dalam peta jalan keberlanjutan energi perusahaan.

Dari B0 ke B50, Apa yang Berubah?

Setiap kenaikan kadar biodiesel berarti penurunan emisi karbon dari sektor transportasi rel. KAI tidak hanya mengganti bahan bakar, tetapi juga menyesuaikan mesin dan sistem perawatan armada. Proses ini berjalan bertahap agar tidak mengganggu jadwal perjalanan yang melayani jutaan penumpang setiap tahun.

Bobby Rasyidin menegaskan, perkembangan dari B0 hingga B50 membuktikan bahwa operator transportasi publik bisa menerjemahkan kebijakan energi nasional ke dalam layanan yang andal. “Ini bukti nyata konsistensi arah kebijakan energi nasional dan kesiapan kami sebagai operator,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dampak ke Penumpang dan Lingkungan

Bagi masyarakat pengguna kereta api, transisi ini tidak akan mengubah tarif atau kenyamanan perjalanan. Namun dari sisi lingkungan, setiap kenaikan persentase biodiesel berarti pengurangan emisi gas rumah kaca yang signifikan. KAI menjadi salah satu BUMN transportasi yang paling cepat mengadopsi energi baru terbarukan di sektor perkeretaapian.

Regulasi mandatori biodiesel dari pemerintah menjadi pendorong utama. KAI menjalankan roadmap ini selaras dengan kebijakan nasional yang terus memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) demi ketahanan energi dan target net zero emission.

Tantangan dan Target ke Depan

Meski optimistis, perjalanan menuju B50 bukan tanpa tantangan. Ketersediaan pasokan biodiesel, kesesuaian spesifikasi dengan mesin kereta, serta biaya perawatan menjadi faktor yang terus dimonitor. KAI memastikan setiap tahap transisi telah melalui uji teknis dan kajian operasional.

Dengan target B50 pada 2026, KAI berpotensi menjadi salah satu operator perkeretaapian dengan penggunaan biodiesel tertinggi di Asia Tenggara. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi BUMN Karya sebagai pionir transisi energi di sektor transportasi publik Indonesia.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks