Pembekalan panitia dipimpin langsung oleh Ketua Panitia MATAMUDA sekaligus Pembina OSIM, Nur Rohman Gesang Subagio. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota OSIM adalah representasi pertama yang akan dilihat murid baru saat memasuki lingkungan madrasah.
"Saya berharap seluruh panitia melayani adik-adik kelas dengan baik, menciptakan suasana nyaman, serta menjauhi segala bentuk perundungan maupun tindakan yang tidak mendidik," ujarnya di hadapan peserta pembekalan.
Nur Rohman menambahkan bahwa MATAMUDA bukan sekadar pengenalan lingkungan, melainkan proses membangun karakter peserta didik sejak hari pertama. Keberhasilan kegiatan, menurut dia, bergantung pada kekompakan seluruh panitia.
Gladi Bersih dan Latihan Upacara Digelar Serempak
Usai pembekalan, seluruh panitia langsung menggelar gladi bersih pembukaan di lapangan utama MAN 1 Muaro Jambi. Latihan melibatkan petugas upacara, pengurus OSIM, pembawa acara, petugas protokol, hingga koordinator setiap seksi kepanitiaan. Setiap tahapan dicoba mulai dari persiapan barisan hingga penutupan acara.
Evaluasi dilakukan pada setiap sesi agar kesalahan teknis dapat diperbaiki sebelum hari H. Panitia juga mengecek kesiapan petugas pengibar bendera, pembaca UUD 1945, pembaca doa, pemimpin upacara, dan petugas paduan suara.
Upacara pembukaan nanti akan dihadiri oleh peserta didik baru, siswa kelas XI dan XII, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kehadiran seluruh warga madrasah menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut keluarga baru di MAN 1 Muaro Jambi.
Mengapa MATAMUDA Hanya Tiga Hari?
Arahan Kementerian Agama menetapkan bahwa MATAMUDA maksimal dilaksanakan selama lima hari pada pekan pertama tahun ajaran baru. Namun, MAN 1 Muaro Jambi memilih durasi tiga hari, yakni 13 hingga 15 Juli 2026. Selama periode tersebut, peserta didik baru akan mengikuti materi pengenalan lingkungan sekolah, pembinaan karakter, moderasi beragama, dan penguatan budaya madrasah.
Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi atas kesiapan panitia. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan budaya madrasah yang religius, disiplin, dan berprestasi. Menurutnya, masa pengenalan lingkungan merupakan momentum penting untuk menanamkan karakter positif kepada peserta didik baru.
Materi Interaktif untuk Bangun Kerja Sama
Selama tiga hari, peserta didik baru akan dikenalkan dengan visi dan misi madrasah, tata tertib, organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, program keagamaan, serta layanan akademik. Selain penyampaian materi di dalam ruangan, peserta juga akan mengikuti kegiatan interaktif yang bertujuan membangun kerja sama, rasa percaya diri, dan semangat kebersamaan.
Pendekatan tersebut dipilih agar proses pengenalan lingkungan berlangsung lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Dengan demikian, murid baru diharapkan lebih siap mengikuti proses pembelajaran pada tahun ajaran baru tanpa tekanan atau rasa canggung.