JAMBI — Angka pengangguran di ibu kota Provinsi Jambi menunjukkan tren perbaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Pemerintah Kota Jambi, TPT pada 2025 turun 0,3 persen poin. Secara absolut, jumlah penganggur berkurang sekitar 735 orang dibandingkan periode sebelumnya.
Urbanisasi Tenaga Kerja Tingkatkan Tekanan
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja (Penta) Disnakerkop UKM Kota Jambi, Afriyadi, mengakui bahwa daya tarik Kota Jambi sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pemerintahan justru menjadi pedang bermata dua. "Kota Jambi merupakan etalase Provinsi Jambi. Banyak masyarakat dari kabupaten/kota di dalam maupun luar Provinsi Jambi datang ke Kota Jambi untuk mencari pekerjaan. Akibatnya persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi semakin tinggi," ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Kondisi ini menyebabkan jumlah pencari kerja terus membengkak setiap tahun. Afriyadi menjelaskan bahwa pasokan tenaga kerja (supply) masih jauh lebih besar dibandingkan permintaan (demand) dari perusahaan. "Pencari kerja lebih banyak, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia masih terbatas," katanya.
503 Pencari Kerja Berhasil Ditempatkan Sepanjang 2025
Meski persaingan ketat, Disnakerkop UKM Kota Jambi mencatat sejumlah capaian positif. Sepanjang tahun 2025, dinas tersebut memfasilitasi penempatan 503 pencari kerja ke berbagai perusahaan yang beroperasi di Kota Jambi. Program ini menjadi salah satu kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran.
Selain penempatan, pemerintah daerah juga memperkuat pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah derasnya arus urbanisasi.
Sektor Formal Dominasi, Perdagangan-Jasa Jadi Andalan
Data Disnakerkop UKM Kota Jambi menunjukkan bahwa dari total 303.478 penduduk yang bekerja, sebanyak 183.823 orang atau 60,57 persen berada di sektor formal. Sektor perdagangan dan jasa menjadi penopang utama dengan menyerap 173.967 orang atau 57,32 persen dari total pekerja.
Sementara itu, jumlah angkatan kerja di Kota Jambi tercatat sebanyak 326.618 orang dari total penduduk usia kerja yang mencapai 493.824 jiwa. Penduduk yang tergolong bukan angkatan kerja—seperti pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga—mencapai 167.206 orang.
Strategi Perluasan Lapangan Kerja Lewat Investasi
Untuk memperluas peluang kerja, Disnakerkop UKM Kota Jambi terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sinergi ini bertujuan mendorong masuknya lebih banyak investasi ke Kota Jambi sehingga mampu membuka lapangan kerja baru.
"Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk DPMPTSP, agar investasi yang masuk ke Kota Jambi semakin banyak sehingga dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujar Afriyadi. Pemerintah Kota Jambi berharap tren penurunan angka pengangguran bisa berlanjut seiring peningkatan investasi dan pengembangan sektor usaha.