KOTA JAMBI — Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani meresmikan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Aula sekolah setempat, Kelurahan Bagan Pete, Jumat (31/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., jajaran Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Sosial RI.
Sebanyak 300 lebih peserta didik baru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti kegiatan ini. Seluruh siswa merupakan anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data pemerintah yang telah melewati proses verifikasi ketat.
Verifikasi Ketat dan Fasilitas Penunjang yang Terus Dilengkapi
Wali Kota Maulana memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran. Ia mengklaim proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak ada keluarga mampu yang justru menerima manfaat program.
“Sejak awal kami mengusulkan agar Kota Jambi menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat. Alhamdulillah hari ini program tersebut mulai berjalan dan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan berkualitas,” ujar Maulana dalam sambutannya.
Pemkot Jambi disebut telah bergerak cepat menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung. Kawasan sekolah akan terus dikembangkan dengan penambahan sarana olahraga, tempat ibadah, hingga fasilitas lain demi menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Perubahan Nyata: dari Perlengkapan Sederhana hingga Mampu Berpidato Bahasa Asing
Maulana mengaku bangga melihat perkembangan para siswa sejak mengikuti program. Ia mencontohkan perubahan mental dan kemampuan anak-anak yang kini tampil lebih percaya diri.
“Saya melihat sendiri perubahan mereka. Dulu ada yang datang dengan perlengkapan sekolah yang sangat sederhana, sekarang mereka tampil percaya diri, disiplin, bahkan mampu berkomunikasi menggunakan beberapa bahasa asing. Ini bukti bahwa pendidikan mampu mengubah masa depan,” katanya.
Momen pembukaan MPLS memang diwarnai penampilan para siswa yang membawakan pidato dalam Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jepang. Selain itu, dilakukan penyerahan perlengkapan pendidikan dan kebutuhan harian secara simbolis kepada peserta didik.
Bukan Hanya Sekolah, Program Ini Juga Menyentuh Ekonomi Keluarga
Program Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pendidikan anak. Maulana menjelaskan, pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi bagian integral dari skema ini.
“Harapannya bukan hanya anak yang memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi kesejahteraan keluarganya juga meningkat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif akan difasilitasi bersama Kementerian Sosial RI. Dengan begitu, dampak program diharapkan terasa hingga ke rumah tangga para siswa.
Pesan untuk Orang Tua: Ini Kesempatan Besar
Kepada para orang tua, Maulana berpesan agar terus mendampingi anak-anak selama menjalani pendidikan berasrama. Ia memahami akan ada rasa rindu rumah di awal masa adaptasi.
“Awalnya mungkin mereka akan merindukan rumah. Namun para guru dan wali asuh akan mendampingi mereka dengan baik. Ini adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan demi masa depan yang lebih baik,” pesannya.