JAMBI — Dua koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang membentang dari Palembang menuju Jambi dan dari Jambi ke Rengat terus dikebut pengerjaannya. Hutama Karya selaku pelaksana proyek melaporkan bahwa konstruksi fisik ruas Betung-Tempino-Jambi sepanjang 170,7 kilometer kini menembus 58,34 persen, dengan pembebasan lahan mencapai 69,18 persen.
Pemerintah menargetkan seksi 1 pada ruas ini dapat beroperasi secara fungsional pada akhir tahun 2026. Target itu sejalan dengan ruas Palembang–Betung sepanjang 69,2 kilometer yang progres konstruksinya sudah 82,24 persen dan pembebasan lahan 87,45 persen.
Kapan Tol Jambi-Palembang Mulai Beroperasi?
Ruas Palembang–Betung menjadi prioritas karena merupakan jalur krusial yang melanjutkan Tol Kayu Agung. Hutama Karya menargetkan sisa pembebasan lahan di seksi ini rampung pada Juni 2026, sehingga konstruksi skala besar bisa dieksekusi mulai Juli 2026. Dengan begitu, target operasional akhir tahun 2026 dinilai realistis.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa tersambungnya jalur ini merupakan solusi jangka panjang bagi mobilitas regional. “Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi pada jalan nasional, sehingga masyarakat dapat memperoleh waktu perjalanan yang lebih efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, jalan tol ini juga akan memperlancar arus logistik dan distribusi barang, terutama komoditas unggulan Jambi seperti kopi dan karet yang akan diintegrasikan ke Pelabuhan Tanjung Carat.
Bagaimana Progres Tol Jambi-Rengat?
Untuk koridor utara, tol Jambi-Rengat sepanjang 198,13 kilometer masih dalam tahap finalisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengurusan lahan. Konstruksi fisik untuk seksi Simpang Ness-Merlung dijadwalkan baru dimulai pada 2027.
Meskipun pengerjaan fisik belum dimulai, tahap perizinan dan pembebasan lahan menjadi krusial agar proyek tidak tersendat di kemudian hari. Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian ATR/BPN turun langsung mengawal proses regulasi di lapangan.
Apa Dampak Tol Ini bagi Warga Jambi?
Dengan beroperasinya tol ini, waktu tempuh dari Jambi ke Palembang yang biasanya memakan 5-6 jam melalui jalan nasional diprediksi terpangkas menjadi sekitar 2,5 jam. Efisiensi logistik juga akan menekan biaya distribusi barang, yang berpotensi menurunkan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.
Bagi pelaku UMKM dan petani kopi serta karet di Jambi, akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Carat akan mempercepat proses ekspor. Hal ini diharapkan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
Berapa Total Panjang Tol yang Akan Terhubung?
Ruas Betung–Tempino–Jambi (170,7 km) dan Palembang–Betung (69,2 km) akan menjadi satu kesatuan jalur tol yang menghubungkan Jambi langsung ke jaringan JTTS di Sumatera Selatan. Jika tol Jambi-Rengat rampung, konektivitas darat antara Jambi, Riau, dan Palembang akan terintegrasi penuh tanpa hambatan.