Pencarian

IHSG Melesat ke 6.118 di Awal Pekan, Kesepakatan Damai AS-Iran Dongkrak Bursa Global

Senin, 15 Juni 2026 • 19:36:31 WIB
IHSG Melesat ke 6.118 di Awal Pekan, Kesepakatan Damai AS-Iran Dongkrak Bursa Global
IHSG menguat ke posisi 6.118 pada pembukaan perdagangan awal pekan.

JAKARTA — IHSG dibuka positif mengikuti pergerakan bursa saham global. Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin, mengungkapkan bahwa pihaknya cukup optimis untuk merekomendasikan average up bertahap.

Kesepakatan AS-Iran: Selat Hormuz Dibuka, Aset Rp 400 Triliun Dicairkan

Perhatian pasar selama akhir pekan tertuju pada perkembangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah selesai dan akan ditandatangani secara resmi pada 19 Juni 2026 di Swiss. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa memorandum of understanding (MoU) telah difinalisasi.

Kesepakatan ini mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, serta pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang sebelumnya dibekukan. Sebagai imbalannya, Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi final berlangsung.

Namun, Iran menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali Iran dan Oman, serta masih membuka kemungkinan adanya pungutan atas layanan navigasi dan keamanan.

Rapat The Fed dan Risiko Fiskal Indonesia Jadi Sorotan Pekan Ini

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati rapat The Federal Reserve (The Fed) pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75 persen. "Membaiknya situasi geopolitik, mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan langsung meningkatkan selera risiko investor," ujar Liza.

Dari dalam negeri, Bank Dunia memperkirakan defisit APBN Indonesia tetap tinggi di level 2,8 persen PDB pada 2026-2027, sebelum turun tipis ke 2,7 persen pada 2028. Tekanan berasal dari subsidi energi, program prioritas pemerintah, dan kenaikan beban bunga utang yang diproyeksikan meningkat dari 18,7 persen menjadi 19,2 persen dari penerimaan negara pada 2028.

Bank Indonesia dan Danantara Perkuat Posisi di Pasar Global

Bank Indonesia (BI) dan PBOC memperdalam kerja sama keuangan melalui peningkatan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA), perluasan transaksi mata uang lokal, serta pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia. Peluncuran QR lintas batas Indonesia-China dan keikutsertaan Bank Mandiri dalam sistem pembayaran lintas negara CIPS China juga menjadi bagian dari kesepakatan ini.

Di sisi lain, Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menerbitkan obligasi global perdana senilai 1,5 miliar dolar AS dengan yield 5,35 persen (tenor 5 tahun) dan 5,95 persen (tenor 10 tahun). Obligasi ini merupakan bagian dari program GMTN senilai 5 miliar dolar AS, di tengah perhatian investor terhadap risiko fiskal Indonesia, stabilitas Rupiah, dan perluasan mandat Danantara sebagai eksportir tunggal komoditas strategis mulai September mendatang.

Bursa Asia dan Wall Street Kompak Menguat

Pada perdagangan Jumat (12/6) pekan kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 2,16 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,63 persen, DAX Jerman naik 1,76 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 1,83 persen. Bursa AS Wall Street juga positif: Dow Jones Industrial Average naik 0,17 persen, S&P 500 menguat 0,50 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,31 persen.

Pagi ini, bursa regional Asia bergerak hijau. Nikkei Jepang melesat 5,44 persen ke 69.680,00, Shanghai naik 0,94 persen ke 4.096,31, Hang Seng menguat 0,43 persen ke 24.828,00, dan Strait Times Singapura naik 1,14 persen ke 5.083,78.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks