JAMBI — Berdasarkan data BMKG, episenter gempa terletak di koordinat 5.99 Lintang Utara dan 126.83 Bujur Timur, tepatnya di laut 139 kilometer barat laut Pulau Karatung. Kedalaman gempa mencapai 93 kilometer, yang masuk kategori gempa menengah. Guncangan dirasakan dalam skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di enam wilayah, meliputi Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo. Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu.
Belum Ada Laporan Kerusakan, Warga Diimbau Tetap Tenang
Hingga Senin malam, BMKG belum menerima laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Pihak BMKG mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. “Warga juga diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Masyarakat diminta untuk memastikan setiap informasi mengenai gempa susulan maupun kondisi di lapangan hanya melalui kanal resmi pemerintah daerah dan BMKG. Lembaga tersebut menekankan pentingnya literasi kebencanaan di tengah masyarakat pesisir.
Mekanisme Pembaruan Data dan Peringatan Disclaimer
Dalam rilis yang sama, BMKG memberikan catatan penting terkait sifat informasi awal gempa. Data yang dirilis pukul 16.18 WIB merupakan hasil pengolahan cepat dan dapat berubah seiring kelengkapan data dari jaringan pemantauan. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Pembaruan parameter gempa, termasuk magnitudo dan lokasi episenter, lazim dilakukan BMKG dalam beberapa jam pertama pascagempa. Untuk itu, warga diimbau terus memantau aplikasi dan situs resmi BMKG guna mendapatkan informasi terkini yang lebih akurat.