JAKARTA — PTPN IV PalmCo memperkuat posisinya sebagai pemasok strategis bahan baku energi nabati nasional. Hingga pertengahan 2026, perusahaan telah memproduksi 1,29 juta ton CPO yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng nasional sekaligus bahan baku biodiesel B50.
Empat Program PSR untuk Petani Sawit Rakyat
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, menyebut penguatan produktivitas sawit rakyat menjadi kunci keberhasilan program energi nasional. Perusahaan menjalankan empat pola utama: single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan swadaya atau offtaker, serta pemberdayaan koperasi petani.
“Kami memastikan setiap peningkatan kebutuhan energi nasional juga menciptakan peningkatan kesejahteraan bagi petani,” ujar Jatmiko dalam kunjungan tersebut.
B50 Butuh Pasokan CPO Domestik yang Kuat
Plt Dirjen Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto, menegaskan bahwa implementasi B50 membutuhkan dukungan pasokan CPO domestik yang solid. Kebijakan mandatori yang mewajibkan pencampuran 50 persen solar fosil dengan FAME berbasis sawit ini diproyeksikan menyerap tambahan 1–2 juta ton CPO per tahun.
“PTPN IV PalmCo menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sawit rakyat dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program energi nasional,” kata Heru dalam dialog bersama petani di Adolina.
30 Persen Bahan Baku dari Petani Rakyat
Sepanjang 2025, perusahaan menyerap 3,26 juta ton TBS petani. Hingga Juni 2026, angka tersebut sudah mencapai 1,73 juta ton. Sekitar 30 persen bahan baku industri PalmCo saat ini berasal dari petani rakyat.
Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan riset “Bensin Sawit” bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai bagian dari diversifikasi produk hilir dan penguatan ekosistem energi terbarukan nasional.
Keseimbangan Pangan dan Energi Jadi Target Utama
Heru menambahkan, Kementan melihat langkah PalmCo sebagai momentum strategis mempercepat transformasi industri sawit nasional. Perusahaan dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasokan CPO domestik.
Jatmiko menutup kunjungan dengan menegaskan bahwa sinergi antara produktivitas sawit, penguatan petani, dan inovasi energi berbasis sawit akan terus diperkuat ke depan.