MENDALO — Tim Pionero Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Jambi (UNJA) berhasil membawa pulang Juara III pada cabang Ventilation Duct Hanging dalam ajang Indonesian Student Mining Competition (ISMC) XV. Kompetisi yang diselenggarakan HMT-ITB di Bandung pada 8–15 Februari 2026 itu diikuti 12 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa Teknik Pertambangan UNJA di tingkat nasional.
Yang Diuji dalam Ventilation Duct Hanging
Ventilation Duct Hanging merupakan cabang lomba yang menguji kemampuan peserta dalam memperhitungkan, merancang, dan memasang sistem ventilasi pada tambang bawah tanah. Sistem ini berfungsi mengatur kebutuhan udara di area tambang, faktor krusial yang menunjang keselamatan dan kenyamanan kerja para pekerja.
Dosen pembimbing tim, Lidya Kartika Basaria Sitompul, S.T., M.T., menilai cabang ini tidak hanya menuntut ketangkasan dan presisi, tetapi juga kekompakan tim dalam instalasi sistem yang berkaitan langsung dengan keselamatan kerja.
Persiapan Sebulan Penuh Sebelum Berlaga
Untuk tampil maksimal, Tim Pionero menjalani latihan intensif selama kurang lebih satu bulan. Materi yang dipelajari mencakup teori dan teknik ventilasi tambang bawah tanah, diperkuat dengan pengalaman kuliah lapangan serta pendampingan dosen yang ahli di bidangnya.
“Kami melakukan latihan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Selain itu, kami juga dibantu dosen yang ahli di bidang ventilasi tambang bawah tanah serta mendapat pengalaman dari kegiatan kuliah lapangan,” ujar Arif Pratama, salah satu anggota tim.
Tim Pionero menegaskan mereka tidak membuat produk baru dalam perlombaan ini, melainkan mengikuti simulasi pekerjaan pertambangan yang sesungguhnya.
Tantangan Bahasa Inggris di Kompetisi Internasional
Meski berhasil meraih podium, perjalanan tim tidak tanpa hambatan. Skala kompetisi yang internasional menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam sesi presentasi dan tanya jawab yang mengharuskan peserta berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
“Tantangan paling sulit bagi kami tentu saja keterbatasan bahasa, karena kompetisi ini skala internasional,” ungkap Arif.
Harapan Baru bagi Teknik Pertambangan UNJA
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UNJA untuk terus berprestasi. Tim Pionero sendiri memaknai capaian ini sebagai titik balik untuk terus mengukir prestasi di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Kami memaknai prestasi ini sebagai titik balik api semangat tim Pionero HMTP UNJA agar dapat terus berprestasi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” pungkas Arif.
Tim Pionero HMTP UNJA diperkuat oleh Des Chandra, Samuel Tampubolon, Ruth Angelica Hutauruk, Rezki Zahra Alya Bila, Fero Eko Indriarto, Arif Pratama, Shafikah Nadin Hudiono, dan Saprizal Triboy. Keikutsertaan mereka berawal dari undangan HMT-ITB yang kemudian ditindaklanjuti melalui diskusi internal himpunan untuk menentukan perwakilan terbaik.