MERANGIN — Harga TBS kelapa sawit yang diterima petani di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, tercatat hanya Rp2.420 per kilogram pada pekan ini. Level harga tersebut dinilai sudah tidak lagi menutupi biaya produksi harian, terutama untuk kebun-kebun yang lokasinya jauh dari pabrik pengolahan.
Mengapa Harga TBS di Merangin Bisa Serendah Ini?
Penurunan harga TBS di Merangin dipicu oleh melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global. Kondisi ini diperparah oleh melimpahnya pasokan TBS dari masa panen raya di sejumlah daerah sentra di Sumatera, sehingga pabrik menekan harga beli di tingkat petani.
Para tengkulak di tingkat desa menyebut harga Rp2.420 per kilogram merupakan harga acuan yang berlaku untuk TBS dengan kualitas standar. Jika buah dinilai kurang matang atau kadar air tinggi, harganya bisa lebih rendah lagi.
Berapa Kerugian yang Dialami Petani?
Dengan harga jual Rp2.420 per kg, petani sawit di Merangin diperkirakan kehilangan pendapatan hingga 30 persen dibandingkan harga normal yang berkisar di angka Rp3.200 hingga Rp3.500 per kg. Untuk satu hektare kebun yang menghasilkan rata-rata 1 ton TBS per bulan, selisih harganya mencapai ratusan ribu rupiah.
Di Kecamatan Pamenang dan Bangko, sejumlah petani memilih menunda panen dengan harapan harga kembali pulih dalam waktu dekat. Mereka juga mengurangi frekuensi pemupukan untuk menekan biaya operasional.
Apa Dampaknya bagi Ekonomi Warga Merangin?
Kelapa sawit merupakan komoditas utama bagi mayoritas warga di Kabupaten Merangin. Anjloknya harga TBS berdampak langsung pada daya beli masyarakat di pasar tradisional dan perputaran uang di tingkat desa.
“Uang dari sawit itu muter di warung, bengkel, dan sekolah. Kalau harga jatuh, semua ikut lesu,” ujar seorang petani di Kecamatan Tabir yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Perkebunan disebut tengah memantau situasi ini. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kebijakan intervensi harga atau pembelian TBS oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Apakah Harga TBS Akan Segera Naik?
Belum ada kepastian kapan harga TBS akan kembali ke level normal. Fluktuasi harga CPO global masih menjadi faktor utama yang sulit dikendalikan oleh petani maupun pemerintah daerah. Beberapa pengamat memperkirakan harga baru akan membaik pada kuartal kedua tahun ini jika permintaan dari negara importir meningkat.
Petani diimbau untuk tidak panik dan tetap menjaga kualitas buah saat panen agar tidak semakin ditekan harganya oleh pabrik.