JAKARTA — Wajah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pucat saat melangkah keluar dari Gedung Kejaksaan Agung, Rabu (3/6) sekitar pukul 17.10 WIB. Rompi tahanan berwarna pink yang dikenakannya menjadi penanda statusnya yang kini berubah dari pejabat negara menjadi tersangka. Langkahnya gontai, dan ia menolak berkomentar saat dicecar wartawan.
Dari Pejabat ke Tahanan: Kronologi 24 Jam yang Berubah
Kemarin malam, Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mencopot Dadan dari posisi puncak BGN. Tak hanya Dadan, dua wakilnya — Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung — juga dipecat. Keputusan itu diumumkan tanpa penjelasan resmi, namun segera memicu spekulasi.
Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengkonfirmasi bahwa pencopotan itu diduga kuat terkait praktik jual beli titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Ya, saya pun dapat informasi seperti itu," ujar Dudung kepada wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/6).
Penggeledahan BGN: Kejagung Bergerak Cepat
Pagi harinya, tim penyidik Kejaksaan Agung langsung menggeledah Gedung BGN di Jakarta. Penggeledahan itu menjadi buntut dari informasi yang diterima Presiden Prabowo sejak lama. "Presiden sudah mendengar informasi terkait permasalahan BGN dari berbagai sumber," kata Dudung.
Dadan dibawa ke Kejagung pada siang hari, dan beberapa jam kemudian muncul dengan rompi tahanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN maupun pengacara Dadan.
Apa Itu Jual Beli Titik Dapur MBG?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Dalam pelaksanaannya, BGN menunjuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan dapur dan distribusi makanan ke sekolah-sekolah. Dugaan jual beli titik dapur inilah yang diduga menjadi celah korupsi yang menjerat Dadan.
Praktik ini, jika terbukti, bisa merugikan negara hingga miliaran rupiah karena posisi dapur yang seharusnya ditentukan berdasarkan kebutuhan gizi dan geografis, malah diperjualbelikan. Kejagung kini tengah mendalami jaringan yang terlibat.
Nasib Program MBG: Tunggu Kepemimpinan Baru
Dengan dicopotnya Dadan dan dua wakilnya, kepemimpinan BGN kini lowong. Presiden Prabowo belum menunjuk pengganti. Program MBG yang sudah berjalan di sejumlah daerah pun dipertanyakan kelanjutannya. Sumber di KSP menyebut bahwa Presiden akan menunjuk pejabat sementara dalam waktu dekat untuk memastikan program tidak terhenti.
Bagi warga yang sudah menerima manfaat MBG, situasi ini menimbulkan kecemasan. Namun, Dudung memastikan bahwa Presiden berkomitmen melanjutkan program tersebut dengan pengawasan yang lebih ketat.