MUARA BULIAN — Di tengah kondisi fiskal daerah yang disebutnya sempat tertekan sepanjang tahun 1447 Hijriah, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief justru mendorong warganya untuk tidak larut dalam kesulitan. Ia menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka di kalender, melainkan momentum evaluasi diri dan penyusunan langkah perbaikan ke depan.
Optimisme di Balik Tekanan APBD
Fadhil mengakui bahwa berbagai tantangan telah dihadapi sepanjang tahun lalu, termasuk kondisi fiskal yang ikut berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Hari. Meski demikian, ia meyakini setiap persoalan bisa dilalui dengan kerja keras, ikhtiar, doa, dan keyakinan kepada Allah SWT.
“Setiap akhir tahun kita perlu bermuhasabah, introspeksi terhadap apa yang telah dilakukan, serta merencanakan langkah-langkah perbaikan untuk tahun yang akan datang,” kata Fadhil dalam sambutannya.
Momen Memperkuat Kepedulian Sosial
Orang nomor satu di Batang Hari itu menyebut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan nilai spiritual. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kepedulian sosial dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Allah tidak akan memberikan ujian kepada hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan,” ujarnya, mengutip keyakinan yang ingin ditanamkan kepada warganya.
Ajak Warga Pererat Silaturahmi dan Perbaiki Ibadah
Fadhil Arief pun mengajak seluruh masyarakat Batang Hari menyambut tahun baru Islam dengan penuh optimisme. Ia berharap warganya dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kualitas ibadah, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.
“Mari kita sambut tahun baru Hijriah ini dengan optimisme dan keyakinan bahwa di balik kesulitan akan datang kemudahan, serta terus berbaik sangka kepada Allah SWT,” tutupnya dalam acara yang digelar di Muara Bulian tersebut.